Kisah Kematian Ngatimin, Penjahat atau Korban Kejahatan?

Ngatimin saat diamankan warga. (Foto: Afriadi/Batamnews)

Tanjungpinang –¬†Gara-gara terprovokasi penculikan anak, seorang warga Tanjungpinang menjadi tersangka penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal. YS ditetapkan polisi menjadi tersangka dari sebuah rekaman video pengeroyokan terhadap Ngatimin (32).

Sebelumnya Ngatimin disoraki warga akan menculik anak di Madrasah Raudatul Mushallin Tanjungpinang, namun tak ada bukti kuat Ngatimin akan melakukan penculikan saat itu.

Warga yang keburu geram menghampiri Ngatimin bersama-sama dan membawanya ke kantor polisi. Diduga akibat orangtua siswa tersebut overthinking saat anaknya teriak akan diculik, ia pun juga meneriaki Ngatimin penculik. Kebetulan Ngatimin saat itu berada di dekat siswi SD tersebut.

Ngatimin sempat dipersekusi warga beramai-ramai. Kendati demikian ia tampak sehat saat sampai di rumah sakit. Namun beberapa hari berselang, Ngatimin tiba-tiba kritis, ia dirawat dan mengalami koma hingga meninggal.

Polisi sempat kebingungan dan melakukan pengecekan. Kasus laporan dugaan penculikan anak yang dilakukan Ngatimin pun belum terbukti. Istri Ngatimin menganggap suaminya jadi korban salah sasaran. Hingga dipersekusi dan dipukuli. Diduga ia mengalami luka dalam dari sebuah pukulan yang mengenai organ tubuh bagian atas.

Polisi kemudian menyelidiki video saat penangkapan Ngatimin oleh warga. YS akhirnya ditetapkan tersangka. Pria itu terlihat sempat melayangkan pukulan ke Ngatimin.

Riwayat Ngatimin yang dilaporkan warga ke Polsek Bukit Bestari pun habis dengan kematiannya. Meski tanpa ada bukti dirinya melakukan penculikan anak.

Atas kejadian itu pihak keluarga Ngatimin tak terima dan balik melapor ke Polres Tanjungpinang.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, penyidik sudah menetapkan YS sebagai tersangka.  Hal itu berdasarkan rekaman video pada saat Ngatimin diamankan warga. Isi rekaman video itu memperlihatkan YS memukul Ngatimin.

“Tersangka tidak ditahan, dalam video itu terlihat ia memukul korban sebanyak satu kali,” jelas Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali, Senin (17/12/2018).

Selain barang bukti rekaman vidio itu, kata AKP Efendri Ali, keterangan saksi-saksi juga membenarkan bahwa tersangka YS memukul korban. “Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 351 junto pasal 352,” sebutnya.

(adi)

Leave a Reply