Pelarian Berujung Maut Sang Asisten Rumah Tangga di Tanah Melayu

Tanjungpinang – Suara azan Subuh baru saja hilang di dinginnya pagi di sebuah rumah toko di DI Panjaitan, Kilometer 7, Tanjungpinang, Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Senin sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat itu seorang perempuan paruh baya diperkirakan tengah mempersiapkan proses kaburnya. Tas ransel berisi pakaian ia sandang. Tidak seorang pun yang melihat dan mengetahui bagaimana kejadian persisnya.

Perempuan berusia 43 tahun itu diduga membuka jendela dan hendak turun dengan cara lain. Hari masih gelap. Apalagi matahari belum sempurna menyeruak dari peraduannya. Suasana terasa sunyi.

Hanya semburat tanda hari sudah berganti pagi. Entah kenapa, tiba-tiba Sarminah terjatuh dan terjerembab ke lantai. 

Posisi jatuhnya tidak menguntungkan. Kepalanya menghantam lantai beton. Keinginan kabur wanita yang diketahui bernama Sarminah itu pun pupus.

Cerita itu baru terungkap dari penyelidikan polisi dalam beberapa hari setelah kejadian. Sarminah ditemukan tewas pada hari Minggu, 30 Desember 2019, sekitar pukul 05.00 WIB. 

“Sarminah diduga hendak lari dari rumah majikannya itu. Tapi ia tidak memiliki akses lantai satu, ia hanya memiliki kunci lantai tiga dan dua. Sarminah terkunci dari luar,” ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendi Ali, Senin.

Sarminah ditemukan tewas tertelentang dengan luka parah di bagian kepala dan kaki. Ada dugaan semula wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu tewas bunuh diri.

Tapi polisi tak begitu saja percaya. Penyelidikan diperdalam. Sejumlah saksi juga telah diperiksa. Diduga ada kejanggalan dari kejadian itu.

Polisi mengambil kesimpulan sementara; Sarminah diduga hendak kabur karena tak betah bekerja. Ia juga diduga dikurung di dalam ruko, sementara sang majikan diduga pergi berlibur untuk tahun baru. Saat hendak kabur itulah ia terjatuh dan meregang nyawa.

Menurut polisi, Sarminah pernah meminta dipulangkan kepada majikannya, tapi tak diberi izin, apalagi penggantinya belum ada.

“Pemilik rumah menunggu penggantinya datang terlebihi dahulu,” kata AKP Efendi Ali. Belum ada alasan yang tepat mengapa Sarminah tak betah tinggal di sana. Sedangkan sang majikan belum diperiksa.

Dikurung

Sarminah adalah wanita asal Kebumen Jawa Tengah. Ia bekerja sebagai asisten rumah tangga. Kabarnya ia tak betah bekerja di ruko tersebut. Belum diketahui sebab musababnya lainnya.

Dari kematiannya, polisi menduga Sarminah dalam kondisi terkurung. Keinginan Sarminah untuk lepas dari kurungan sepertinya memuncak. Hanya saja, ia pun lupa bahwa caranya itu sangat berbahaya bagi dirinya, bahkan bisa mengorbankan nyawanya. 

Sarminah barangkali tak memiliki pilihan lain. Kabur saat itu, atau tidak sama sekali. Satu-satunya jalan dari jendela ruko di lantai tiga. Tapi malang, peristiwa nahas itu pun terjadi.

“Ia mengalami patah tulang kedua kaki dan bagian kepala akibat beturan benda,” kata AKP Efendi Ali.

Efendi Ali mengatakan, pada saat kejadian pemilik rumah sedang berada di luar kota. 

Ransel hitam

Sarminah diperkirakan sudah mempersiapkan pelariannya dari ruko di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. 

Penyidik dari Polres Tanjunginang menemukan dua tas hitam yang berisi pakain tak jauh dari mayatnya. Saat ditemukan, posisi mayat Sarminah berada di depan ruko PT Lancar Bangun Pertiwi. 

Polisi belum memastikan apa penyebab dan motif pasti kematian Sarminah. Rencana autopsi mayat batal setelah keluarga tak setuju.

“Tak ada tanda kekerasan,” ujarnya. Namun polisi masih terus mendalami apakah ada delik lain mengenai kematian Sarminah tersebut.

Rekonstruksi

Rekonstruksi pun digelar pada Kamis, 3 Januari 2019. Polisi mencari keyakinan mengenai dugaan kematian Sarminah yang masih misteri. Sekaligus mengungkap fakta-fakta lain yang tersimpan.

Ada 16 adegan yang digelar. Berawal ketika orang pertama menemukan Sarminah dalam kondisi tak bernyawa.

Ada enam orang saksi yang telah diperiksa. Berdasarkan keterangan para saksi tersebut, polisi menguak kematian Sarminah. 

“Nantinya kami akan meminta keterangan saksi dari pihak yayasan penyalur tenaga kerja,” ujarnya.

Polisi menyelidiki apakah ada kaitan kematian Sarminah dengan perlakuan majikannya yang diduga tak manusiawi ataukah kejadian itu hanya sebuah kejadian yang tak sengaja.

Mari kita simak kelanjutannya…

Kontributor Tanjungpinang

Leave a Reply